![]() |
| Polda Jabar menggelar press release pengungkapan kasus tindak pidana siber dan menyita sejumlah barang bukti. (Foto dok Bid Humas Polda Jabar) |
Bandung, Fokusdesa.com - Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat agar mewaspadai modus penipuan jual beli kendaraan murah melalui media sosial. Dalam kasus yang diungkap polisi, pelaku diduga mencatut identitas anggota TNI untuk meyakinkan calon korban.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengatakan, para pelaku menawarkan kendaraan dengan harga di bawah pasaran melalui Facebook.
Setelah calon korban tertarik, komunikasi kemudian dialihkan ke WhatsApp. Pelaku selanjutnya mengirimkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI palsu untuk meyakinkan korban bahwa mereka merupakan anggota TNI.
"Pelaku menguji kepercayaan korban dengan mengaku sebagai anggota TNI dan mengirimkan KTA. Untuk makin meyakinkan, mereka bahkan menyiapkan sarana pendukung seperti seragam TNI hingga senjata mainan," kata Hendra, Jumat (21/8/2026).
Setelah korban percaya, pelaku kemudian mengarahkan transaksi kepada pihak lain yang mengaku sebagai jasa kurir kargo. Korban diminta melakukan transfer uang secara bertahap dengan dalih pelunasan kendaraan dan biaya pengiriman.
Namun, setelah uang dikirim, kendaraan yang dijanjikan tidak pernah sampai kepada korban.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk mendukung aksi penipuan. Di antaranya satu setel pakaian TNI, dua senjata mainan, 20 unit telepon seluler, 16 buah lakban berlogo "FRAGILE", serta satu unit kendaraan roda empat hasil kejahatan.
Polda Jabar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kendaraan dengan harga jauh di bawah harga pasar. Masyarakat juga diminta melakukan verifikasi identitas penjual dan memastikan kendaraan serta proses transaksi sebelum melakukan pembayaran.
Sumber: Bid Humas Polda Jabar
Editor: Redaksi fokusdesa.com












0Komentar