TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Hadapi Potensi El Nino, Bulog Cianjur Pastikan Stok Beras Aman Lewat Tiga Strategi

Hadapi Potensi El Nino, Bulog Cianjur Pastikan Stok Beras Aman Lewat Tiga Strategi

Daftar Isi
×

 

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad (kanan), didampingi Humas Bulog saat memberikan keterangan kepada awak media.

CIANJUR – Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur menyiapkan tiga strategi utama untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras dalam mengantisipasi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino.

Strategi tersebut meliputi penguatan cadangan beras pemerintah, optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta percepatan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya terus memperkuat stok beras melalui penyerapan gabah petani di wilayah Cianjur dan Sukabumi sebagai langkah antisipasi apabila produksi padi terdampak kekeringan.

"Alhamdulillah hingga saat ini kami masih terus menyerap gabah petani. Secara target, penyerapan sudah mencapai 130 persen dari target yang ditetapkan. Namun penyerapan tetap dilakukan untuk memperkuat stok menghadapi kemungkinan kemarau panjang," ujar Azwar, Senin (6/7).

Ia menjelaskan, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini telah mencapai lebih dari 30 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Cianjur selama sekitar empat bulan ke depan.

Menurutnya, ketersediaan stok tersebut menjadi langkah antisipatif apabila musim kemarau menyebabkan penurunan hasil panen maupun gagal panen di sejumlah daerah.

"Kalau nanti terjadi kekeringan sehingga panen berkurang atau gagal panen, kami sudah memiliki cadangan yang cukup. Masyarakat Cianjur dan Sukabumi tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras," katanya.

Selain memperkuat stok, Bulog juga akan mengoptimalkan penyaluran beras SPHP sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen. Beras SPHP dipasarkan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah sehingga diharapkan dapat membantu menekan gejolak harga apabila terjadi peningkatan permintaan.

"SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil. Kualitas beras yang kami salurkan juga sangat baik karena berasal dari hasil panen petani di Cianjur dan Sukabumi," tutur Azwar.

Di sisi lain, Bulog juga akan melanjutkan penyaluran program bantuan pangan nasional kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Berdasarkan hasil rapat koordinasi pemerintah pusat, program tersebut direncanakan berlangsung selama tiga bulan pada tahun 2026.

Untuk wilayah kerja Bulog Cianjur yang meliputi Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, bantuan diperkirakan akan menjangkau sekitar 400 ribu keluarga penerima manfaat. Setiap penerima akan memperoleh bantuan sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan.

"Dengan bantuan pangan ini masyarakat berpenghasilan rendah tidak perlu membeli beras di pasaran sehingga permintaan dapat ditekan dan harga tetap stabil," jelasnya.

Sementara itu, Bulog tetap menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai harga dasar pembelian dari petani. Namun, apabila harga gabah di pasar berada di atas HPP, Bulog mempersilakan petani menjual hasil panennya melalui mekanisme pasar.

"HPP Rp6.500 merupakan harga jaminan pemerintah. Kalau di lapangan harganya mencapai Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram, tentu petani lebih diuntungkan jika menjual ke pasar," pungkasnya.


(Ganjar)

0Komentar