TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
BAZNAS Cianjur Baru Kumpulkan 57 Persen ZIS 2026, Sisa Dikejar 10 Hari Usai Lebaran

BAZNAS Cianjur Baru Kumpulkan 57 Persen ZIS 2026, Sisa Dikejar 10 Hari Usai Lebaran

Daftar Isi
×

 

Fokusdesa.com//CIANJUR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur mencatat realisasi pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) 2026 baru mencapai 57 persen dari target 6 miliar rupiah.

Wakil Kepala BAZNAS Cianjur, H. Hilman Sukani, menyebutkan hingga awal April dana yang terkumpul baru sekitar 3,6 miliar rupiah. Sisa target kini dikejar dalam waktu terbatas pasca Lebaran.

“Dari target 6 miliar, baru terkumpul 3,6 miliar atau 57 persen,” kata Hilman, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, laporan berbasis digital sebenarnya sudah masuk hingga 90 persen. Namun, realisasi dana secara fisik masih tertahan pada laporan manual.

“Data digital sudah 90 persen, tapi realisasi uangnya masih 57 persen,” ujarnya.

Dalam penyaluran, BAZNAS memastikan zakat fitrah langsung bergerak ke masyarakat. Sebanyak 70 persen telah disalurkan melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), sementara 30 persen disetorkan ke BAZNAS.

“Zakat fitrah tidak boleh mengendap, harus langsung disalurkan,” tegasnya.

BAZNAS juga memberi tenggat tambahan satu pekan untuk penyetoran zakat, khususnya dalam bentuk beras yang hingga kini belum sepenuhnya terserap. Jika belum masuk, petugas akan turun langsung melakukan penjemputan.

“Kalau belum ada, kami akan jemput berasnya,” kata Hilman.

Kendala utama saat ini adalah rendahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada lambatnya penyerapan beras zakat. BAZNAS menetapkan harga acuan Rp10.000 per kilogram sesuai standar, dan menolak penjualan di bawah harga tersebut.

“Kalau di bawah Rp10.000 tidak dijual, kita ikuti standar harga,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, BAZNAS telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk pabrik dan pelaku usaha, guna memastikan beras zakat tetap tersalurkan.

Di sisi lain, BAZNAS Cianjur juga menyoroti minimnya partisipasi perusahaan. Dari ribuan perusahaan di Cianjur, baru lima yang membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Respon perusahaan masih sangat rendah, ini jadi tantangan besar,” ungkapnya.

Meski demikian, target pengumpulan ZIS tahun ini justru meningkat menjadi 22 miliar rupiah dari sebelumnya 20 miliar, sesuai kebijakan pusat.

BAZNAS kini berpacu dengan waktu untuk mengejar sisa target sekaligus memastikan seluruh zakat tersalurkan tepat waktu kepada masyarakat yang berhak.

0Komentar