TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Ustadz Ngopi Hadir di Peringatan Isra Mi’raj Di Kp.Cibeureum - Cidadap, Angkat Filosofi “Ngopi”

Ustadz Ngopi Hadir di Peringatan Isra Mi’raj Di Kp.Cibeureum - Cidadap, Angkat Filosofi “Ngopi”

Daftar Isi
×

 

CIANJUR – Ratusan jamaah memadati Masjid Jami Al Hikmah, Kampung Cibeureum, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Minggu (4/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Peringatan hari besar Islam tersebut dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Campaka sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) KUA Campaka Mulya, Ustadz Pahruroji, yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur. Hadir pula tokoh masyarakat, aparatur Pemerintah Desa Cidadap, para Ketua RT, serta perwakilan dari Kecamatan Campaka.


Ustadz Pahruroji hadir di tengah jamaah usai melaksanakan tugas pelayanan akad nikah di Desa Girimukti. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa agung yang meneguhkan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam.

Ia menekankan bahwa shalat tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah, namun harus menjadi fondasi pembentukan akhlak, kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Ustadz Pahruroji yang akrab disapa Ustadz Ngopi juga memberikan pembinaan umat terkait program-program KUA. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran usia pernikahan serta pentingnya memiliki surat nikah resmi sebagai bentuk ketaatan terhadap syariat Islam dan tertib administrasi negara.

Menurutnya, kepemilikan surat nikah memiliki manfaat besar, di antaranya menjaga kehormatan keluarga, memberikan kepastian hukum, serta melindungi hak suami, istri, dan anak.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Pahruroji juga menjelaskan filosofi julukan “Ngopi” yang melekat padanya. Filosofi tersebut memiliki tiga makna utama.

Pertama, Ngopi dimaknai sebagai ngolah pikir pikeun dzikir, yaitu mengajak umat untuk mengolah pikiran agar selalu ingat kepada Allah melalui pengajian, syiar keagamaan, tabligh, hingga pembinaan berbagai komunitas.

Kedua, Ngopi berarti ngolah pisik ulin udik, yakni mengangkat kearifan lokal Cianjur yang berpijak pada tiga pilar budaya: ngaos, mamaos, dan maenpo.

Ketiga, Ngopi diartikan sebagai ngolah piduiteun, yaitu membangun jiwa kewirausahaan untuk mengangkat dan menguatkan ekonomi umat.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tersebut ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai shalat dan keteladanan Rasulullah SAW dapat semakin terimplementasi dalam kehidupan bermasyarakat.


(Aganjar)

0Komentar