TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
20 Siswa SD di Kadupandak Cianjur Dirawat Setelah Alami Gangguan Kesehatan

20 Siswa SD di Kadupandak Cianjur Dirawat Setelah Alami Gangguan Kesehatan

Daftar Isi
×

 


FOKUSDESA|CIANJUR – Sebanyak 20 siswa Sekolah Dasar di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan program MBG pada Selasa (27/1/2026). Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengeluhkan sejumlah gejala seperti mual, pusing, dan diare tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut. Pihak sekolah bersama orang tua kemudian membawa para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa penanganan awal dilakukan di Puskesmas Kadupandak dengan pengawasan tenaga medis serta aparat kepolisian.

“Benar, ada siswa SD di Wargasari yang mengalami dugaan keracunan. Saat ini masih dalam penanganan medis dan penyebabnya masih kami selidiki,” kata Deden saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan masih melakukan pendalaman dengan melibatkan pihak terkait.

Sementara itu, Kepala Desa Wargasari, Juanda, menyampaikan bahwa dari total 20 siswa yang terdampak, dua orang dirujuk ke RSUD Pagelaran untuk penanganan lebih lanjut, sedangkan 18 siswa lainnya dirawat di Puskesmas Kadupandak.

Menurut Juanda, berdasarkan informasi awal di lapangan, terdapat dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi siswa. Namun demikian, ia menekankan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Informasi yang berkembang masih bersifat awal. Kami menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan masih melakukan penyelidikan dan pemantauan kondisi para siswa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.


(Deri)

0Komentar