TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Satpol PP Tertibkan PKL Bomero Citywalk, Pedagang Minta Penundaan Eksekusi

Satpol PP Tertibkan PKL Bomero Citywalk, Pedagang Minta Penundaan Eksekusi

Daftar Isi
×

 


Personel Satpol PP Kabupaten Cianjur bersiap melakukan penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Bomero Citywalk, Selasa (11/11/2025). Penertiban dilakukan setelah melalui tahapan peringatan dan sosialisasi. | Foto: Dok. Deri lesmana 

CIANJUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur melakukan penertiban dan pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Bomero Citywalk, Selasa (11/11/2025). Penertiban dilakukan setelah melalui tahapan sosialisasi serta penerbitan surat peringatan mulai dari SP 1 hingga SP 3.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, mengatakan penertiban berlangsung kondusif tanpa tindakan anarkis. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan kota agar lebih tertib dan nyaman.

“Sebagaimana kita lihat, walaupun ada riak-riak, tetapi tidak anarkis. Ini langkah penataan agar kawasan Bomero lebih tertib dan representatif,” ujar Djoko.

Djoko menambahkan, sebagian barang dagangan pedagang yang masih berjualan diamankan untuk proses penertiban. Berdasarkan data Satpol PP, sekitar 20 pedagang masih bertahan di lokasi.

“Besok kami akan melakukan patroli persuasif dengan kekuatan yang ada. Kami berharap media juga ikut membantu memberikan pemahaman bahwa langkah ini untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Meski demikian, aksi penertiban tersebut menuai keberatan dari sejumlah pedagang. Mereka menilai kebijakan pemerintah daerah dilakukan secara tergesa-gesa, apalagi sehari sebelumnya telah digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Cianjur.

Koordinator Lapangan PKL Bomero Citywalk, Zaky Muhaimin, meminta agar pemerintah daerah menunda pelaksanaan penertiban sampai ada kesepakatan bersama antara pedagang, DPRD, dan unsur Forkopimda, termasuk Bupati Cianjur.

“Kami minta pemerintah meninjau ulang Peraturan Bupati yang jadi dasar penggusuran ini. Kami sudah melakukan RDP, aksi, dan audiensi, tapi belum ada tanggapan nyata,” kata Zaky.

Zaky menegaskan, pedagang bersama mahasiswa dan LSM akan terus memperjuangkan hak mereka agar tidak kehilangan mata pencaharian. Ia berharap pemerintah membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama tanpa merugikan pihak manapun.

“Kami siap duduk bersama, bukan digusur sepihak. Soal kebersihan dan penataan bisa dikelola bersama masyarakat dan karang taruna,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih bertahan di kawasan Bomero Citywalk sembari menunggu tanggapan resmi dari pemerintah daerah.


(Deri lesmana)

0Komentar