CIANJUR – Pemerintah Desa (Pemdes) Munjul, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, mempertanyakan penghentian pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.
Kepala Desa Munjul, Yoyo Kuswoyo, mengatakan proyek tersebut awalnya berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan positif dari warga. Namun, pelaksanaan pembangunan tiba-tiba dihentikan oleh pihak yang disebutnya sebagai oknum pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
“Awalnya kami bangga karena Desa Munjul termasuk dalam gelombang pertama program ini bersama 26 desa lainnya di Cianjur. Tapi baru berjalan sebentar, proyek ini dihentikan sepihak dengan alasan yang belum jelas,” ujar Yoyo saat ditemui di kantornya, Jumat (7/11/2025).
Menurut Yoyo, pembangunan telah mengikuti prosedur dan dilakukan di atas lahan aset Pemkab yang sebelumnya telah diajukan izin penggunaannya oleh pihak desa.
“Semua sesuai aturan. Kami sudah bersurat dan mendapat respons baik sebelum pembangunan dimulai,” tambahnya.
Meski demikian, Yoyo mengaku kecewa dengan adanya penghentian tersebut karena berdampak terhadap semangat warga yang terlibat dalam kegiatan gotong royong pembangunan. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami hanya ingin kejelasan, apakah ini kebijakan resmi pemerintah daerah atau tindakan individu tertentu. Jangan sampai masyarakat salah menilai,” katanya.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa sejumlah warga dan Karang Taruna berencana mendatangi kantor desa untuk meminta penjelasan terkait penghentian pembangunan serta wacana penarikan kembali sebagian lahan yang selama ini digunakan untuk kegiatan sosial.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian pembangunan tersebut.
Pemdes Munjul berharap persoalan ini segera diklarifikasi agar pelaksanaan program strategis nasional tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi dan partisipasi masyarakat.***













0Komentar