TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Dana BUMDes Benjot Dipertanyakan, Camat Minta Audit Inspektorat

Dana BUMDes Benjot Dipertanyakan, Camat Minta Audit Inspektorat

Daftar Isi
×

 


(Foto Dokumentasi Sandi Risa Ali)
Camat Cugenang Ali Akbar bersama aparat kepolisian, TNI, dan warga Desa Benjot saat audiensi membahas transparansi pengelolaan dana BUMDes di Kantor Desa Benjot, Kamis (13/11/2025).

CIANJUR – Camat Cugenang, Ali Akbar, mendampingi langsung audiensi antara Kepala Desa Benjot dan warga setempat terkait transparansi penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta perencanaan pembangunan desa. Pertemuan berlangsung di Kantor Desa Benjot, Kamis (13/11/2025), dihadiri perwakilan Polsek Cugenang, Koramil, pengurus BUMDes, serta tokoh masyarakat.

Audiensi sempat ditunda sementara untuk menunggu kehadiran Ketua BUMDes yang diminta membawa bukti rekening koran BUMDes. Permintaan itu muncul menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian jumlah dana BUMDes yang sebelumnya tercatat sekitar Rp 204 juta dan kini dilaporkan berkurang menjadi kisaran Rp 170–179 juta.

“Kami masih menunggu Ketua BUMDes untuk menyampaikan printout rekening koran. Kami beri waktu hingga pukul 14.30 WIB,” ujar Ali Akbar di hadapan peserta audiensi.

Menurut Ali, pihak kecamatan telah menerima laporan dari Kepala Desa Benjot berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang menemukan adanya indikasi kejanggalan dalam penggunaan dana BUMDes. Sebagai tindak lanjut, pihak kecamatan akan mengirim surat kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur untuk dilakukan audit atau pemeriksaan khusus (riksus).

“Hari ini kami kirim surat ke Inspektorat agar dilakukan audit. Kami berharap Ketua BUMDes bisa membuktikan bahwa dana tersebut masih ada,” tambahnya.

Selain rekening koran, Camat juga meminta Ketua BUMDes menjelaskan pengeluaran dana yang dinilai cukup besar, serta memaparkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada masyarakat. Beberapa pekerja yang hadir juga menyampaikan keluhan belum menerima pembayaran upah kerja.

“Kami harap hak-hak pekerja segera diselesaikan,” kata Ali.

Menanggapi isu bahwa dana BUMDes dikelola melalui rekening pribadi, Ali menyebut pihaknya masih menunggu klarifikasi resmi dari pengurus BUMDes. Namun, berdasarkan informasi awal, dana tersebut disebut masih berada di rekening resmi BUMDes.

Ali Akbar berharap, permasalahan ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh desa agar pengelolaan dana BUMDes dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Ia juga menekankan pentingnya peran Sekretaris Desa (Sekdes) selaku pengawas BUMDes agar aktif melakukan pemantauan sejak awal pencairan dana.

“Pengawas jangan menunggu laporan. Jika ada potensi masalah, segera tindaklanjuti tanpa harus menunggu peringatan bertahap. Inspektorat bisa langsung turun bila ditemukan risiko tinggi,” tegasnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam penyelesaian persoalan secara terbuka dan akuntabel, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa di Benjot.


(Red)

0Komentar