TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
SMAN Cilaku Galakkan Gerakan Rereongan “Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” Wujudkan Nilai Gotong Royong

SMAN Cilaku Galakkan Gerakan Rereongan “Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” Wujudkan Nilai Gotong Royong

Daftar Isi
×

 

(foto: Humas Smancil)
 Kepala SMAN Cilaku, Mila Nurjanah, memimpin secara simbolis peluncuran Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) di halaman sekolah, Senin (20/10/2025)
,

CIANJUR, FOKUSDESA.COM — SMAN Cilaku terus berinovasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Melalui program Garda Pancawaluya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekolah ini meluncurkan gerakan bertajuk Rereongan Sapoe Sarebu atau dikenal dengan sebutan Poe Ibu.

Program ini secara resmi dibuka oleh Plt Kepala SMAN Cilaku, Mila Nurjanah di hadapan para guru dan siswa, Senin (20 Oktober 2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah kecil namun bermakna dalam membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.

“Melalui Gerakan Poe Ibu, kami ingin menanamkan semangat gotong royong, sesuai dengan nilai-nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh. Harapannya, kegiatan ini bukan hanya sesaat, tapi bisa menjadi budaya berbagi di sekolah,” ujar Mila.

Gerakan Sapoe Sarebu mengajak seluruh warga sekolah untuk menyisihkan sebagian kecil rezekinya, minimal seribu rupiah per hari, yang kemudian dikumpulkan dan disalurkan bagi warga sekolah atau masyarakat sekitar yang membutuhkan,


Humas SMAN Cilaku memberikan keterangan saat pembukaan kegiatan Panca Waluya “Poe Ibu”, Senin (20/10/2025). (Foto: Humas SMANCIL)

Riska, selaku Humas SMAN Cilaku, menjelaskan bahwa sistem pelaksanaan program ini dilakukan secara tertib dan transparan.

“Tiap kelas sudah disiapkan sejenis  kotak uang  bertuliskan ‘Poe Ibu’. Setiap hari siswa dapat mengisi sesuai kemampuan, kemudian uang tersebut disetorkan ke tim khusus. Setiap minggu hasilnya disetorkan ke rekening khusus bernama Poe Ibu SMAN 1 Cilaku,” terang Riska.

Ia menambahkan, dana yang terkumpul dikelola bersama oleh guru dan tim OSIS untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

“Kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa kepedulian sosial tidak harus dimulai dari hal besar. Dari seribu rupiah per hari, jika dilakukan bersama, bisa membawa dampak luar biasa bagi yang membutuhkan,” tambahnya.


(Ganjar)

0Komentar