Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, program ini merupakan bentuk gotong royong modern yang berlandaskan nilai silih asih, silih asah, silih asuh sebagai karakter masyarakat Sunda.
“Gerakan ini akan dimulai dari ASN sebagai contoh bagi masyarakat. Setelah berjalan di lingkungan pemerintahan, secara bertahap akan diperluas ke masyarakat umum,” ujar Wahyu di Pendopo Cianjur, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, pengumpulan dana dilakukan secara sukarela melalui masing-masing unit kerja, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi, kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Teknisnya kita serahkan ke masing-masing unit kerja. Yang terpenting, gerakan ini tidak bersifat wajib, tapi ajakan untuk peduli dan saling membantu,” katanya.
Bupati menambahkan, dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu warga kurang mampu, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya.
“Program ini sebenarnya sudah pernah berjalan sebelumnya melalui kegiatan pelerek atau sumbangan sukarela. Sekarang kita hidupkan lagi dalam semangat kebersamaan yang lebih terorganisir,” jelasnya.
Ia berharap, semangat Rereongan Sapoe Sarebu dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat Cianjur. “Kalau ASN bisa memberi contoh, saya yakin masyarakat akan ikut tergerak untuk saling membantu,” tutupnya.
(Ganjar)












0Komentar