TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Kepsek SDN Nyalindung Minta Maaf Usai Kembalikan Dana PIP 2021–2023 kepada Orang Tua Siswa

Kepsek SDN Nyalindung Minta Maaf Usai Kembalikan Dana PIP 2021–2023 kepada Orang Tua Siswa

Daftar Isi
×

 

Suasana wawancara dengan pihak SDN Nyalindung 1 mengenai klarifikasi penyaluran dana PIP tahun 2021–2023.(Jum'at 23/10/25)

CIANJUR | FOKUSDESA.COM – Kepala SDN Nyalindung 1, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Ai Tuti Rosyanti, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para orang tua siswa atas keterlambatan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2023.

Permintaan maaf tersebut disampaikan di hadapan para orang tua siswa setelah pihak sekolah menemukan adanya ketidaksesuaian data penerima manfaat PIP dari periode sebelumnya.

“Di depan orang tua siswa, saya ingin memohon maaf atas kejadian ini dan ketidaknyamanan yang terjadi. Saya bertanggung jawab atas pengawasan yang kurang maksimal,” ujar Ai Tuti, Jumat (2310/2025).

Menurut Ai Tuti, saat menerima serah terima jabatan dari pengelola sebelumnya, dirinya hanya menerima data 58 penerima PIP tahun 2023. Namun setelah dilakukan pengecekan ulang, ternyata terdapat 166 siswa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya waktu itu percaya saja. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, baru diketahui data sebenarnya,” jelasnya.

Ai Tuti menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara mengembalikan seluruh hak siswa penerima PIP yang belum tersalurkan. “Karena ini adalah hak siswa, saya akan memastikan semuanya dikembalikan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk penanganan dana PIP tahun-tahun sebelumnya (2021–2022), pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Ai Tuti juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa yang telah menunjukkan pengertian dan dukungan terhadap langkah-langkah penyelesaian yang dilakukan pihak sekolah.

“Alhamdulillah para orang tua memahami situasi ini dan tetap memberikan dukungan agar sekolah semakin transparan ke depan,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipatif, pihak sekolah berjanji akan memperketat pengawasan dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan seluruh bantuan sosial pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang.***

0Komentar