TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
BUMDes Ciwalen Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Warga Minta Perhatian Dampak Lingkungan

BUMDes Ciwalen Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Warga Minta Perhatian Dampak Lingkungan

Daftar Isi
×

 

Warga Kampung Ciremis Kaler, Desa Ciwalen, Kecamatan Cianjur, saat mengikuti pertemuan membahas keberadaan peternakan ayam petelur milik BUMDes Bina Sejahtera, Jumat (17/10/2025).

CIANJUR | FOKUSDESA.COM— Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera Desa Ciwalen, Kecamatan Cianjur, tengah mengembangkan unit usaha peternakan ayam petelur dengan konsep ramah lingkungan. Program ini menjadi salah satu upaya desa untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui sektor peternakan dan perikanan terpadu.


Direktur BUMDes Bina Sejahtera, Tatep Hamdani, menjelaskan bahwa jenis ayam yang digunakan merupakan layer berusia 13–15 minggu, yang akan mulai bertelur pada usia 18 minggu dan mencapai masa produktif pada usia 24 minggu.


> “Kapasitas awal ada sekitar 800 ekor. Sistem kandangnya dibangun di atas kolam ikan, sehingga limbah kotoran ayam bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan,” ujar Tatep kepada wartawan, Kamis (17/10/2025).


Ia menambahkan, pihaknya menyiapkan tim khusus untuk membersihkan area kandang secara rutin agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.


Dalam penyusunan dokumen lingkungan seperti Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL), BUMDes mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Namun sejauh ini belum ada pendampingan langsung dari Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Perikanan dan Peternakan.


Tatep menjelaskan, lokasi kandang dipilih berdasarkan hasil musyawarah pengurus BUMDes dengan mempertimbangkan potensi lahan sekitar.


> “Awalnya kami berencana menggunakan tanah desa, tapi karena lahan itu masih ditanami dan DPMD mendorong agar program segera berjalan, akhirnya kami menyewa lahan lain dengan biaya Rp12,7 juta per tahun,” jelasnya.


Untuk mengantisipasi potensi keluhan warga, pihaknya berkomitmen melakukan pemantauan dan pembersihan rutin agar lingkungan tetap terjaga. Menurut kajian awal, dampak dari peternakan ini masih dalam kategori ringan.


> “Kami sudah melakukan pendekatan informal kepada warga sekitar. Dalam jejak pendapat yang dihadiri sekitar 30 orang, masyarakat menyatakan mendukung program ini,” tambah Tatep.


BUMDes Ciwalen mengalokasikan Rp355,36 juta untuk pengembangan unit usaha, dengan porsi terbesar — sekitar Rp330 juta — digunakan untuk ayam petelur, sementara sisanya untuk usaha peternakan bebek dan pengelolaan sampah desa.


Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjadi contoh pengembangan BUMDes berwawasan lingkungan di Kabupaten Cianjur.


Sementara itu, Burdah, warga Kampung Ciremis Kaler RT 01/03 yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kandang, menyampaikan harapannya agar kegiatan usaha tersebut tetap memperhatikan dampak lingkungan.


> “Kami sebenarnya tidak diajak musyawarah di awal. Kandang sudah berdiri baru ada pertemuan. Kami khawatir ada bau tidak sedap, gangguan pernapasan, atau penyakit dari unggas. Tapi kalau ada manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tentu kami dukung,” ujarnya.


Ia juga berharap pemerintah desa dan BUMDes dapat memberikan sosialisasi secara terbuka kepada warga agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.


Pemerintah Desa Ciwalen bersama pihak terkait diharapkan dapat melakukan pemantauan berkala terhadap kegiatan peternakan ini agar tetap sesuai dengan aturan lingkungan dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

0Komentar