TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Ziarah ke Makam Kanjeng Prebu di Jambansari Ciamis, Mengenang Bupati Galuh yang Hapus Tanam Paksa

Ziarah ke Makam Kanjeng Prebu di Jambansari Ciamis, Mengenang Bupati Galuh yang Hapus Tanam Paksa

Daftar Isi
×

 

CIAMIS, FokusDesa.com - Di tengah rindangnya pepohonan di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40 Ciamis, berdiri megah sebuah komplek pemakaman bersejarah, Keraton Selagangga atau Situs Jambansari. Di sinilah peristirahatan terakhir Bupati Galuh legendaris, Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat yang dikenal masyarakat dengan sebutan Kanjeng Prebu.

Selasa (07/10/2026), gapura makam tampak kokoh dengan cat putih dan tangga merah yang menjadi ciri khas. Di atas gapura tertulis jelas nama Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat.

Yang menarik, pada dinding gapura terdapat dua prasasti bersejarah. Di sisi kiri tertulis "Ridder Der Orde Van Den Nederland Schen Leeuw" yang merupakan gelar kehormatan Bintang Singa Belanda yang dianugerahkan pemerintah kolonial atas jasa-jasanya memajukan Kabupaten Galuh. Sementara di sisi kanan terdapat tulisan Arab Pegon yang menambah nilai historis dan religius komplek tersebut.

Kanjeng Prebu bukanlah bupati biasa. Lahir pada 1814 di Imbanagara, beliau menjabat Bupati Galuh / Ciamis terlama selama 47 tahun, dari 9 Maret 1839 hingga 18 Oktober 1886. Beliau adalah putra dari Raden Adipati Adikusumah.

Sejumlah jasa besarnya masih dirasakan hingga kini:

Menghapus sistem tanam paksa di wilayah Galuh.

Menjadi pelopor pendidikan dengan mendirikan sekolah kabupaten pertama di Jawa Barat.

Membangun infrastruktur vital seperti Gedung Negara, masjid, kantor pos, dan saluran irigasi Gundawangi serta Bendungan Tanjung Manggu.

Mencanangkan kebijakan lingkungan yang mewajibkan calon pengantin pria menyerahkan dua bibit kelapa, sehingga Ciamis dikenal sebagai penghasil kelapa dan minyak kelapa.

Hingga kini, makam Kanjeng Prebu masih ramai diziarahi masyarakat, budayawan, dan pejabat. Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Disbudpora menggelar Haul dan Jamasan Pusaka peninggalannya sebagai bentuk penghormatan.

"Alhamdulillah bisa ziarah langsung ke makam beliau, sosok yang sangat berjasa untuk Ciamis," ujar peziarah di lokasi.

Keberadaan Situs Jambansari menjadi bukti nyata sejarah panjang Kabupaten Ciamis dan diharapkan terus dijaga serta dilestarikan sebagai wisata sejarah dan edukasi bagi generasi muda.


---

ARF:kaperwil jabar

0Komentar