![]() |
| Isfhan Taufik Munggaran saat memberikan sosialisasi P5HAM kepada masyarakat Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur. |
CIANJUR, FOKUSDESA.COM — Anggota Komisi XIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, menegaskan bahwa hak asasi manusia (HAM) melekat pada setiap individu sejak lahir. Karena itu, kesadaran menghormati HAM harus dimulai dari diri sendiri.
Hal itu disampaikan Isfhan saat sosialisasi Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM (P5HAM) di Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan bersama Kementerian Hak Asasi Manusia tersebut diikuti 204 peserta.
Dalam dialog, Isfhan mengapresiasi toleransi masyarakat Wangunjaya yang dinilai cukup baik. Ia juga menegaskan bahwa perlindungan HAM tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi harus dimulai dari keluarga dan lingkungan.
“Kalau suami dan istri di dalam rumah rukun, insyaallah saat keluar dari rumah akan ikut rukun,” kata Isfhan.
Forum tersebut juga mengungkap sejumlah persoalan warga, mulai dari akses layanan kesehatan, air bersih hingga infrastruktur jalan. Warga mengeluhkan sulitnya akses rujukan kesehatan, sementara kebutuhan air masih mengandalkan pasokan dari desa tetangga.
Untuk persoalan hukum, Isfhan mendorong masyarakat mengutamakan musyawarah untuk masalah sosial. Sedangkan persoalan legalitas dan status tanah dapat ditempuh melalui pemerintah desa atau kecamatan sebelum ke BPN.
Menurut Isfhan, pemajuan HAM tidak boleh berhenti pada tuntutan terhadap pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga dan menghormati hak sesama.
“Kita harus sama-sama menyadari dan menyadarkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyadarkan orang lain, bahwa hak asasi ini melekat pada setiap individu sejak lahir,” pungkasnya.
(Gnr).












0Komentar