TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Panen Raya SRI Organik di Cisadap Ciamis, Bukti Pertanian Sehat Berbuah Kemandirian

Panen Raya SRI Organik di Cisadap Ciamis, Bukti Pertanian Sehat Berbuah Kemandirian

Daftar Isi
×

 

Ciamis_fokusdesa.com_// Petani Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berhasil membuktikan pertanian ramah lingkungan bisa jalan tanpa bergantung penuh pada bantuan. Melalui penerapan System of Rice Intensification (SRI) Organik, mereka kini bertani lebih mandiri dan berkelanjutan.

Bukti nyata itu ditunjukkan lewat Panen Raya Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang digelar di Area TPS3R Desa Cisadap, Kamis 9 Juli 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Ciamis, unsur Forkopimcam, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, hadir mewakili Bupati Ciamis.


Dari Lahan 450 Bata ke 4 Hektare

Dalam sambutannya, Ape membacakan pesan Bupati Ciamis. Ia menegaskan panen raya ini bukan sekadar acara seremonial.

“Panen hari ini adalah bukti otentik bahwa program pertanian pemerintah daerah benar-benar terasa hasilnya di lapangan,” ujarnya.

Lahan yang dipanen merupakan hasil Sekolah Lapang PSRLB yang dibiayai APBD Kabupaten Ciamis 2025. Awalnya metode SRI Organik hanya diujicobakan di lahan sempit sekitar 450 bata. 

Berkat pendampingan intensif dari fasilitator, narasumber, dan penyuluh, uji coba itu menuai hasil memuaskan. Dampaknya langsung terasa oleh petani.

Efeknya berlanjut. Tanpa menunggu stimulus, petani secara swadaya menerapkan SRI Organik di lahan pribadi. Pada musim tanam berikutnya, luasannya melonjak hingga 4 hektare. 

“Indikator sukses sebuah program bukan dari besarnya anggaran atau ramainya agenda. Tapi dari kemandirian masyarakat merawat, meneruskan, dan memetik manfaatnya secara berkelanjutan,” tegas Ape.


Lahir Kader Petani Penggerak

Sekolah Lapang PSRLB kini berkembang menjadi gerakan. Tujuannya tidak hanya mengejar produksi tinggi, tapi juga menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.

Pemkab Ciamis mengapresiasi lahirnya generasi petani baru ini. “Ciamis mulai memanen kader petani tangguh. Mereka mandiri secara ekonomi dan mampu menjadi mentor bagi petani lain,” katanya.

Ape berharap para alumni Sekolah Lapang PSRLB terus menjadi motor penggerak. Tugas mereka menularkan ilmu pertanian sehat ke jaringan yang lebih luas.

“Masa depan agribisnis dan ketahanan pangan Ciamis ada di tangan SDM yang berkualitas. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal peningkatan kapasitas para petani,” pungkasnya.


{Kaperwil jabar:ARF}

0Komentar