![]() |
| Yadi Ladusing meninjau pembangunan jaringan irigasi pipanisasi (RJIT) di lahan pertanian Desa Margaluyu, Campaka. |
CIANJUR – Lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare di Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, yang sebelumnya tidak dapat digarap secara optimal akibat keterbatasan pasokan air, kini kembali produktif setelah adanya bantuan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) melalui sistem pipanisasi pada 2025.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rizki, Yadi Ladusing, mengatakan program tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayahnya.
"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan RJIT pipanisasi pada tahun 2025, sawah seluas sekitar 20 hektare yang sebelumnya tidak bisa ditanami padi karena terkendala faktor air, kini kembali produktif dan mampu menghasilkan panen yang maksimal," ujar Yadi, Rabu (29/7/2026).
Selain bantuan infrastruktur irigasi, Yadi juga mengapresiasi kebijakan pemerintah terkait penurunan harga pupuk serta kemudahan akses terhadap pupuk bersubsidi yang dinilai membantu meringankan beban petani.
"Dengan harga pupuk yang lebih murah, kami menjadi lebih mudah mendapatkannya sehingga sangat membantu kegiatan usaha tani," katanya.
Selain menjabat sebagai Ketua Poktan Sumber Rizki, Yadi juga berperan sebagai Penyuluh Swadaya di Desa Margaluyu. Menurutnya, keberadaan kelompok tani menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
"Keberadaan kelompok tani membuat kegiatan pertanian semakin berkembang dan berdampak pada peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat," ujarnya.
Salah seorang anggota kelompok tani mengaku merasakan manfaat dari pendampingan yang dilakukan Poktan Sumber Rizki.
"Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Poktan yang terus membantu dan mendampingi masyarakat dalam kegiatan pertanian," ungkapnya.
Keberhasilan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif tersebut menjadi salah satu contoh optimalisasi lahan pertanian melalui dukungan infrastruktur irigasi, kelembagaan kelompok tani, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur.
(Ganjar)














0Komentar