![]() |
| Dorong investasi daerah, kinerja Triwulan I 2026 capai Rp600 miliar—PMA jadi motor utama pertumbuhan ekonomi Cianjur. |
Fokusdesa.com , CIANJUR| — Kinerja investasi Kabupaten Cianjur pada awal tahun 2026 mencatat capaian menggembirakan. Hingga triwulan pertama, realisasi investasi telah menembus sekitar Rp600 miliar lebih dari target tahunan sebesar Rp2,63 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Superi, menyampaikan bahwa capaian tersebut setara dengan sekitar 23,07 persen dari target investasi tahun berjalan.
“Realisasi investasi sampai triwulan pertama tahun 2026 sudah berada di angka sekitar Rp600 miliar lebih atau 23,07 persen dari target,” ungkapnya, Rabu (3/6/2026).
Dari total capaian tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat masih menjadi motor utama pertumbuhan investasi. PMA mencapai sekitar Rp446 miliar atau 16,94 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di angka Rp151 miliar atau 6,13 persen.
“Untuk sementara, PMA masih lebih dominan dibandingkan PMDN,” jelasnya.
Tak hanya menggerakkan ekonomi daerah, realisasi investasi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Hingga triwulan pertama 2026, sebanyak 1.839 tenaga kerja berhasil terserap.
Rinciannya, 695 orang dari sektor PMDN dan 1.144 orang dari sektor PMA. Sementara itu, tenaga kerja asing (TKA) yang tercatat hanya dua orang.
“Ini menunjukkan investasi benar-benar memberi efek nyata bagi masyarakat, terutama dalam pembukaan lapangan kerja,” tambahnya.
Dari sisi sektor, investasi PMA paling besar masih didominasi industri barang kulit dan alas kaki dengan nilai sekitar Rp414 miliar atau 15,73 persen. Sedangkan PMDN tertinggi berasal dari sektor jasa lainnya dengan nilai sekitar Rp50,9 miliar atau 1,93 persen.
Pemerintah daerah, kata Superi, terus memperkuat iklim investasi melalui kemudahan perizinan dan dukungan regulasi, termasuk implementasi kebijakan berbasis Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
“Cianjur terus membuka diri bagi investasi yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan,” tegasnya.
Ia menegaskan, setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak positif bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(Ganjar)












0Komentar