TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
12 MUHARRAM 1448 H, MALEBER CIAMIS PILIH MENGETUK PINTU LANGIT DENGAN SENYUMAN ANAK YATIM

12 MUHARRAM 1448 H, MALEBER CIAMIS PILIH MENGETUK PINTU LANGIT DENGAN SENYUMAN ANAK YATIM

Daftar Isi
×

 


Penyerahan santunan kepada 102 anak yatim mewarnai Gebyar Tahun Baru Islam 1448 H di Kelurahan Maleber, Ciamis, sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan Muharram.

Ciamis_fokusdesa.com// Tidak ada pesta kembang api di Maleber saat masuk 1448 Hijriah. Yang ada: puluhan kepala anak yatim diusap, doa dipanjatkan, dan air mata haru berjatuhan. Sabtu 27/6/2026, warga Kelurahan Maleber menggelar “Gebyar Tahun Baru Islam 12 Muharram 1448 H”. Satu pesan yang dibawa pulang: Muharram adalah bulan berbagi.

Gebyar Muharram berisi penyaluran santunan dana, paket sembako, dan kebutuhan pokok untuk anak yatim se-Kelurahan Maleber. Puncaknya: sesi dialog dan doa bersama. Bukan sekadar memberi, tapi hadir dan mendengar.

Puluhan anak yatim dari Maleber jadi pusat acara. Mengelilingi mereka: tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia, dan warga. Semua duduk dalam satu barisan, tanpa sekat, di aula gedung Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis.

Karena Muharram disebut bulan anak yatim. Warga Maleber ingin menjadikan momentum hijrah ini sebagai pintu untuk menumbuhkan kepedulian sosial yang tidak berhenti di satu hari.

Acara berjalan tertib dan hangat. Setelah penyerahan bantuan berupa sembako dan uang dari para donatur yang berjumlah 102 penerima santunan, para tokoh masyarakat duduk melingkar bersama anak-anak. Memberi motivasi, menguatkan semangat belajar, dan mengingatkan: cita-cita kalian layak diperjuangkan.

Kebersamaan tokoh masyarakat, panitia, dan warga mengiringi Gebyar Tahun Baru Islam 1448 H di Kelurahan Maleber, Ciamis, dalam semangat berbagi dan mempererat silaturahmi.

"Mengusap Kepala, Mengetuk Langit"

H. Oban, http://S.Ag, salah satu panitia, menyebut makna Muharram tidak boleh lewat begitu saja.

“Muharram adalah bulannya anak yatim. Mengusap kepala mereka dan memberikan senyuman adalah cara kita mengetuk pintu langit,” ujar Oban.

Ia berharap Maleber bisa jadi inspirasi. Bahwa budaya berbagi harus hidup dan menular ke kampung-kampung lain di Ciamis.

Rangkaian Gebyar ditutup dengan doa anak-anak yatim. Mereka mendoakan para dermawan dan seluruh warga Maleber: diberi sehat, berkah, dan rezeki berlimpah.

Bagi warga Maleber, 12 Muharram tahun ini bukan sekadar tanggal baru di kalender Hijriah. Ini janji: kepedulian akan dijaga, solidaritas akan dirawat, dan tidak ada anak yang merasa sendiri di kampungnya sendiri.


{Kaperwil jabar:ARF}

0Komentar