![]() |
| Ilustrasi proses seleksi dan tahapan wawancara calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur periode 2026–2031. |
FOKUSDESA.COM, CIANJUR| — Unggahan berisi pernyataan sikap terkait proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 beredar di media sosial Facebook melalui grup Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUCK).
Unggahan tersebut diposting oleh akun bernama “Barang Antik Jadul Antik” dan memuat pernyataan dari salah seorang peserta seleksi, Anditar atau Andi Syarif Hidayatulloh.
Dalam pernyataannya, Anditar menyampaikan sejumlah pandangan dan masukan terkait proses seleksi yang saat ini memasuki tahapan wawancara. Ia juga menyampaikan beberapa hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan seleksi.
Salah satu hal yang disampaikan yakni mengenai perubahan pada akun atau laman seleksi yang, menurutnya, berpengaruh terhadap proses pengunggahan makalah peserta. Selain itu, ia juga mempertanyakan mekanisme penyampaian informasi dalam tahapan seleksi, termasuk terkait hasil penilaian dan sistem penilaian yang digunakan tim seleksi.
Dalam unggahan tersebut, Anditar juga menyampaikan rencana untuk menyampaikan aspirasi melalui mekanisme penyampaian pendapat di muka umum serta mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi yang disampaikan melalui media sosial dan media ini belum dapat memverifikasi seluruh informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut secara independen.
Sementara itu, sumber lain yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan turut memberikan pandangan mengenai mekanisme penilaian dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur.
Menurut sumber tersebut, di beberapa daerah lain di Jawa Barat terdapat mekanisme penilaian yang disebut berbeda dalam tahapan seleksi.
“Di beberapa daerah, nilai Computer Assisted Test (CAT) dan penilaian makalah disebut digunakan sebagai bahan pertimbangan tersendiri untuk tahapan berikutnya. Informasi yang kami terima, mekanisme di Cianjur disebut berbeda sehingga ada peserta yang ingin memperoleh penjelasan lebih rinci terkait sistem penilaian,” ujar sumber tersebut.
Media ini belum dapat memverifikasi secara independen informasi mengenai perbandingan mekanisme seleksi di daerah lain tersebut.
Sumber tersebut juga menyampaikan adanya aspirasi dari sebagian peserta terkait proses administrasi seleksi.
“Ada peserta yang mengaku memperoleh informasi terkait kelengkapan administrasi, sementara peserta lain mengaku tidak menerima informasi serupa. Hal itu kemudian menjadi bahan pertanyaan di kalangan peserta,” katanya.
Selain itu, sumber berbeda juga menyampaikan informasi yang diperolehnya dari komunikasi dengan pihak di daerah lain terkait keterbukaan nilai CAT dalam proses seleksi.
“Saya memperoleh informasi bahwa di beberapa daerah nilai CAT diumumkan kepada peserta. Namun saya tidak mengetahui secara detail mekanisme yang diterapkan di masing-masing daerah,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai masukan dan pertanyaan yang disampaikan sejumlah peserta seleksi.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai prinsip kode etik jurnalistik, asas praduga tak bersalah, dan keberimbangan informasi.
(Ganjar)












0Komentar