![]() |
| Wamentan Sudaryono meninjau langsung stok beras pemerintah di Gudang Bulog Ciamis untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman |
Ciamis, fokusdesa.com — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog di kawasan Pamalayan, Kabupaten Ciamis, Selasa (28/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.
Kunjungan Usai Konsolidasi Peternak Rakyat
Sidak tersebut dilakukan usai Wamentan menghadiri agenda Konsolidasi Peternak Rakyat 2026 yang diinisiasi oleh Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN). Dalam peninjauan itu, Sudaryono didampingi Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Umum GOPAN Herry Dermawan, Sekretaris Daerah Ciamis Andang Firman, serta jajaran pimpinan Bulog.
Stok dan Kualitas Beras Terjaga
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Sudaryono memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog Ciamis dalam kondisi baik dan mencukupi. Gudang tersebut memiliki peran strategis karena melayani distribusi untuk enam wilayah, mulai dari Garut hingga Pangandaran.
“Kualitas beras cukup baik dan stok tersedia melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Sudaryono.
Bantah Isu Kelangkaan Beras
Wamentan juga membantah isu kelangkaan beras yang sempat beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
“Masyarakat dipersilakan untuk mengecek langsung ke gudang-gudang Bulog. Stok kita aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, meski sempat muncul kekhawatiran akibat dinamika global, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, kondisi cadangan pangan nasional tetap stabil.
Serapan Beras Nasional
Sudaryono menjelaskan, dari total produksi panen sekitar 3,5 juta ton, Bulog menyerap sekitar 10 hingga 15 persen sebagai cadangan pemerintah. Sementara itu, sekitar 85 persen beredar di pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Bulog menyerap gabah petani yang tidak terserap pasar. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat cadangan pangan,” jelasnya.
Stok Priangan Timur Aman hingga Akhir Tahun
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, memastikan ketersediaan beras di wilayah Priangan Timur dalam kondisi aman. Saat ini, stok yang dikelola mencapai sekitar 33.000 ton.
“Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan enam wilayah hingga akhir tahun,” ungkap Johan.
Dukung Program Pemerintah
Johan menambahkan, cadangan beras tersebut akan dialokasikan untuk dua program utama pemerintah, yaitu bantuan pangan bagi masyarakat serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui operasi pasar.
Dengan langkah ini, pemerintah memastikan ketersediaan beras tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen tetap stabil serta terjangkau.
(Kaperwil Jabar: ARF)













0Komentar