TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Sosok Riska Meliawati, Guru SMAN 1 Cilaku Cianjur Penerima Satyalancana Karya

Sosok Riska Meliawati, Guru SMAN 1 Cilaku Cianjur Penerima Satyalancana Karya

Daftar Isi
×

 

Riska Meliawati, guru SMAN 1 Cilaku Kabupaten Cianjur, bersama rekan guru usai menerima Anugerah Satyalancana Karya Satya Periode November 2025 sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan pengabdian di dunia pendidikan.

FOKUSDESA | Cianjur Riska Meliawati, guru SMAN 1 Cilaku Kabupaten Cianjur, menjadi salah satu sosok pendidik yang menerima Anugerah Satyalancana Karya Satya Periode November 2025. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas pengabdian, loyalitas, dan konsistensinya dalam dunia pendidikan.

Penghargaan ini diserahkan melalui kegiatan Pengambilan Anugerah Satyalancana Karya Satya yang diselenggarakan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada 8–9 Januari 2026 di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Dari SMAN 1 Cilaku, tercatat empat orang guru menerima penghargaan kehormatan tersebut. Salah satunya adalah Riska Meliawati yang dikenal aktif dan konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pendidik.

Riska mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, Satyalancana Karya Satya bukan sekadar simbol, tetapi bentuk kepercayaan dan penghargaan negara terhadap pengabdian ASN.

“Alhamdulillah, saya menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya sebagai bentuk apresiasi negara atas pengabdian dan loyalitas saya selama menjalankan tugas sebagai pendidik dan ASN dengan penuh tanggung jawab,” ujar Riska.

Bagi Riska, penghargaan ini memiliki makna yang sangat mendalam. Ia menilai capaian tersebut menjadi pengingat untuk terus menjaga integritas dan semangat pengabdian.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan pengabdian terbaik, khususnya dalam dunia pendidikan,” katanya.

Dalam menjalankan tugas sebagai guru, Riska menekankan bahwa keikhlasan, komitmen, dan konsistensi merupakan kunci utama pengabdian, disertai kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.

“Pendidikan bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan keteladanan,” jelasnya.

Ke depan, Riska berharap dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Cianjur, semakin maju dan berkeadilan.

“Saya berharap pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai kebangsaan yang kuat,” tutupnya.


(Ganjar)

0Komentar