CIANJUR — Upaya sigap UPTD Pembangunan Infrastruktur dan Irigasi (PII) Wilayah 1 Kabupaten Cianjur dalam menghadapi musim hujan semakin dirasakan manfaatnya oleh warga. Dengan memperketat patroli dan memperkuat koordinasi lintas tim, potensi banjir di sejumlah titik rawan kini dapat ditangani lebih cepat dan efektif.
Kepala UPTD PII Wilayah 1, Ani Komalasari, mengatakan bahwa jajarannya langsung turun ke lapangan setiap kali hujan turun untuk memastikan saluran air berfungsi baik. Respons cepat ini diklaim membantu mengurangi genangan di wilayah perkotaan.
“Petugas kami langsung keliling untuk memantau. Begitu ada hambatan atau genangan, segera ditangani,” ujar Ani.
Tidak hanya bergerak sendiri, UPTD PII Wilayah 1 juga memperkuat kolaborasi dengan UPTD Jalan, tim lapangan, dan sejumlah pihak lainnya. Sinergi ini terbukti efektif, termasuk dalam menangani kejadian pohon tumbang dan material longsor yang sempat menghambat saluran air di Limbangansari.
Di luar tindakan cepat saat hujan, UPTD juga menjalankan program rutin pengerukan sedimentasi setiap Jumat bersama warga dan kelurahan. Kegiatan gotong royong ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena membantu memperlancar saluran air.
“Meski singkat, kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami ingin memastikan saluran tetap bersih agar masyarakat tidak khawatir saat hujan turun,” kata Ani.
Beberapa titik seperti Tugu Tauco, area belakang Gedung Asem Alun-Alun, Bendung Cianjur, dan Cianjur Leutik menjadi fokus penanganan. Di lokasi-lokasi tersebut, sampah masih menjadi pemicu utama luapan air, namun penanganan cepat membuat air kini lebih cepat surut.
Ani berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. “Begitu sampah diangkat, air langsung turun. Jika kita jaga bersama, risiko banjir bisa ditekan,” ujarnya.
Upaya terpadu ini diharapkan menjadi langkah positif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga Cianjur selama musim hujan.














0Komentar