TUM8TSG8GUW9GUAlGUMiTUCoTd==
Light Dark
Perampokan Disertai Pembunuhan Sopir Taksi Online di Jagorawi, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati

Perampokan Disertai Pembunuhan Sopir Taksi Online di Jagorawi, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati

Daftar Isi
×

 

Caption foto:
Petugas kepolisian memasangkan borgol kepada seorang terduga pelaku saat proses penangkapan. Foto ilustrasi penegakan hukum.

Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan dua orang berinisial RS dan AH sebagai tersangka kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online, Ujang Adiwijaya (57). Jasad korban ditemukan di kawasan Tol Jagorawi Km 30, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/11).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan kedua pelaku dijerat Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian dan/atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Ancaman hukumannya pidana mati, seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara,” ujar Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Sabtu (15/11/2025).

Peristiwa bermula ketika kedua pelaku memesan taksi online dan langsung menyerang korban begitu memasuki kendaraan. RS dan AH menjerat leher korban menggunakan tali jemuran serta memukul kepala korban sebelum mengambil alih kemudi.

Setelah memastikan korban tewas, para pelaku sempat berkeliling ke sejumlah lokasi. Mereka menjual ponsel korban di sebuah konter handphone, mengisi bensin, dan menambah saldo e-toll menggunakan mobil korban.

Kedua tersangka kemudian menuju Tol Jagorawi dan membuang jasad korban di pinggir tol. Mereka melarikan diri menuju Ciamis menggunakan mobil rampasan tersebut. Namun, kendaraan itu mogok di gerbang Tol Sentul Utara. Pelaku memanggil mobil towing dan membawa kendaraan ke sebuah bengkel di Citereup sebelum meninggalkannya dan melanjutkan pelarian.

Wikha mengatakan kedua tersangka akhirnya ditangkap di sebuah area pemakaman di Ciamis. Saat ditangkap, mereka sedang melakukan paniisan atau ritual meminta pertolongan gaib.

“Lokasinya di sebuah makam yang dianggap keramat. Keduanya berada di saung dan sedang beristirahat,” jelasnya.

Polisi mengungkapkan aksi kejahatan itu dilakukan dengan motif ekonomi. “Keduanya bekerja serabutan dan mengalami kesulitan ekonomi. Mereka merencanakan aksi perampokan dengan target acak,” kata Wikha.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan dengan kondisi tangan, kaki, dan mulut terikat. “Posisi jenazah telentang dengan kepala menghadap barat di rerumputan,” kata Kainduk PJR Tol Jagorawi Kompol Ahmad Jajuli.

Siaran pers ini dikeluarkan oleh Bidang Humas Polda Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025).

0Komentar