Fokusdesa.com. Cianjur 02/01/2025 : Belasan Massa yang tergabung dalam Jaringan Intelektual Muda mendatangi kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan ) Kabupaten Cianjur yang dinilai bobrok.
Hal ini berdasarkan kajian Jaringan Intelektual Muda menemukan pelaksana tugas dan fungsi dinas serta peraturan bupati ( perbub ) No.102 tahun 2012 tidak sesuai.
Masalah tersebut JIM mengkaji beberapa temuan lain, mulai dari program sanitasi yang tidak sesuai tugas dan fungsi dinas, perekrutan tenaga fasilitator lapangan yang tidak sesuai prosedur, program rutilahu yang tidak transparansi kepada publik serta kecacatan program -program yang dikeluarkan tidak sesuai regulasivdan teknis yang berlaku.
Menurut Alief Irfan ketua JIM, mengatakan, Tidak adanya sosialisasi dan tahapan tekhnis yang jelas terkait program disperkimtan yang tidak terbuka kepada publik, kami menemukan berbagai polemik seperti diibdikasinya kepentingan keluarga dan kepala bidang dalam perekrutan program TFL, dimana banyaknya pihak keluarga kadis, kabid,serta kabag yang dijadikan sebagai tenaga fasilitator dilapangan serta tidak ada keterbukaan informasi kepada publik mengenai program tersebut.
" Berdasarkan banyaknya temuan dilapangan kita sudah simpulkan terkait kinerja dinas perkim kami anggap bokbrok, sehingga kami JIM menuntut disperkimtan segera dievaluasi dalam memperbaiki kinerjanya serta meningkatkan transparansi, akuntabitas, apabila tidak ada evaluasi maka JIM akan melakukan Aksi besar-besaran untuk menuntut kepala dinas di copot dari jabatannya."
Menurut sekdis disperkimtan, sejauh ini pihaknya sudah menempuh prosedur dengan baik, seperti dalam perekrutan kita lakukan secara online, sehingga tuntutan temen -teman sudah kita jawab.
**Deri Lesmana**













0Komentar